Sejarah panjang dalam dunia kustom berciri khas hotrods dan
rockabilly membawa rumah kustom berlabel Glanets Radical Custom Work
bermarkas di Jl.Karapitan No.11, Bandung ini semakin edan dan gilaaa
dalam memunculkan motor-motor kustom. Glanets Radical Kustom merasakan
aura berbeda ketika mengaplikasikan konsep Choppy gaya So-Cal alias
south California dalam karya kustom bike pada 2013 ini.
Honda C70 keluaran 1980 milik Faisal Asrawi warga Palangkaraya,
Kalbar diobrak-abrik sang builder yang bernama Purnama yang akrab disapa
Kang Pur. Memberikan sentuhan dan nuansa baru dalam lingkaran kustom
motor bermesin kecil. Tema motor kustom keluaran Glanets kali ini adalah
Choppy Cub Of Dayak, budaya Kalimantan menjadi alasan utama pemberian
nama tersebut. Ditambah pemilik motor ini asli orang Dayak….
Selalu mengangkat tema kebudayaan itulah ciri khas Kang Pur, yukkk
kita lihat bagian yang berkaitan dengan budaya Dayak yang tertuang di
jok custom berbahan kulit sapi dan di craftool sesuai budaya Dayak.
Kemudian motif cat dan ukiran pada blok mesin semakin memperkuat
karakter Dayak.
Maju terus dunia kustom indonesia. Suport Local Kustom.
Sumber : KustomBike
Impian berkreasi di event internasional makin terbuka.
Salah satunya yang diselenggarakan Deus EX Machina Indonesia Minggu, 27
oktober 2013. Acara ini Bertempat di Jl. Batu Mejan, No 8, Canggu, Bali.
Event ini merupakan agenda tahunan Deus. Untuk Indonesia baru pertama
kalinya. Dan diselenggarakan secara bersamaan di 4 benua lho.
“Selain di Bali, acara ini ada di Deus Camperdown Sydney, Deus Venice
California dan Deus Milano Italy. Di 3 tempat tadi bertitel Deus Bike
Build Off. Untuk berikutnya setiap tahun akan diselenggarakan regular di
sini“ terang Dustin Humphrey, Head Manager Deus Ex Machina Bali.
Meski minim sosialisasi, animo builder nasional lumayan tinggi.
Tercatat beberapa peserta datang dari luar Bali, seperti Muhammad Yusuf
dari bengkel Semangat Putra Motor, Purwokerto. Lalu Donny Irawan dari
Inspired Malang. “Saya partisipan saja, kebetulan diundang dan saya bisa
datang,” ungkap Yusuf yang membawa gacoan CB multi silindernya.
Kriteria penjurian dilihat dari beberapa aspek. Seperti kreativitas,
fungsional, lama pengerjaan dan cost yang diperlukan. Di sini builder
boleh mempresentasikan secara detail histori dan nama motor, biaya dan
hal lain yang berkenaan dengan kriteria penjurian. Sejarah dan proses
hingga jadi sebuah motor juga ikut dinilai.
sumber : motoplus
Indonesia Kustom Kulture Festival : Kustomfest 2013
KUSTOMFEST 2013, October 5 – 6. JEC Hall, Jogja Expo Center, Jogjakarta, Indonesia. sudah resmi digelar dengan sukses, event kustom terbesar di Indonesia ini juga kedatangan salah satu Builder ternama dunia Roland Sands (Roland sands), untuk meramaikan KUSTOMFEST 2013 Indonesian
Kustom Kulture Festival, kedatangannya kali ini sebagai juri KUSTOMFEST dan
juga juri program khusus tantangan Roland Sands for OTOPLUS readers.
Beberapa aliran modifikasi motor kustom tumpah disini, mulai dari cafe racer, street tracker, bobber, flat tracker, dan masih banyak yang lainya, tapi yang paling menarik perhatian di event ini adalah doorprice yang bikin semua pengunjung ngiler gak ketulungan, Cafe Racer Harley Davidson sporster yang dibalut dengan body full almunium. waowww, seperti apa penampakanya?
cekidot
sumber : kustomfest.com, youtube, google